Kamis, 03 Mei 2018

Misteri Gua Sanghyang Sirah Ujung Kulon Dan 4 Fakta

Edit Posted by with 10 comments
Keindahan Taman Nasional Ujung Kulon tidak hanya sebatas alamnya saja ternyata bro, dari segi cerita mistisnya juga bisa menjadi bahan perbincangan loh. Pokoknya bakalan seru banget deh kalo lo datang ke tempat ini.


 Goa Sanghyang di semenjanjung Ujung Kulon atau Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) termasuk salah satu objek wisata yang menarik. Namun sayangnya karena letak objek wisata ini jauh terpencil dan harus melalui jalan kaki lewat hutan lindung, jarang wisatawan yang berkunjung ke goa misterius tersebut bro.
Ilustrasi Goa Di Ujung Kulon. Credit: triphemat.com
Namun bagi lo yang mempunyai jiwa petualang, justru letaknya yang sulit dijangkau malah menjadi sebuah tantangan yang semakin seru untuk bisa lo taklukan.
Biasanya berkunjung ke lokasi seperti ini diantar kuncen, atau istilah kerennya pramuwisata. Dan penduduk setempat yang biasa menjadi penunjuk jalan berasal dari Tamanjaya, kawasan pemukiman penduduk yang letaknya di perbatasa TNUK. 
Mereka menyebut goa itu dengan sebutan "Hotel Samudera Beach" yang menjadi tempat bermalam. Menurut kepercayaan penduduk setempat nih bro, di goa tersebut sampai sekarang masih digunakan sebagai tempat bersemedi atau bertapa. Goa yang cukup besar dan terletak di bibir pantai Samudera Hindia, juga dikenal sebagai salah satu penghasil sarang burung walet di daerah tersebut.
Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan berkah dari goa misterius itu harus mengikuti tata cara yang diperintah sang kuncen. Misalnya, sebelum masuk ke dalam goa, setiap pengunjung diwajibkan untuk membasuh wajah mereka di sebuah pancuran. 
Sebuah pancuran kecil yang airnya berasal dari mata ait pegunungan berada tak jauh dari mulut goa.Setelah itu pengunjung diajak masuk ke dalam goa, tetapi anehnya tidak boleh melalui pintu goa yang besar. Mereka diajak melalui pintu yang sempit di bagian kiri goa. Karena sempitnya pintu itu, pengunjung harus masuk dengan cara memiringkan anggota badan.
Di dalam goa terdapat telaga yang airnya jernih dan dingin. Menurut kepercayaan penduduk setempat, bagi yang mandi di telaga tersebut bisa mengalami suatu mukjizat. Misalnya, bagi pegawai negeri bisa mengalami mutasi ke tempat yang jauh dan bagi swasta bisa melanglang buana ke luar negeri.
Hmm sebuah misteri yang menarik untuk digali yaa bro informasinya.

Sangiang Sirah

Ilustrasi Tempat Mistis. Credit:ruddabby.wordpress.com
Untuk lo yang ingin tahu apa itu Sangiang Sirah, nah konon katanya Sangiang Sirah merupakan patilasan Prabu Siliwingai, Raja dari Kerajaan Pajajaran. Itulah Sebab mengapa banyak orang yang berziarah ke tempat ini bro.
Selain berziarah karena itu juga banyak orang yang tertarik untuk mengetahui sejarahnya bro.

Akses 

Ilustrasi Jalan Setapak. Credit: imamherlambang.com/
Untuk aksesnya, hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki selama tiga hari dari Pos Cegog Taman Nasional Ujung Kulon. Bagi pengunjung yang berkanton tebal, bisa ditempuh menggunakan perahu wisata dari Sumur menuju ke Bagadur.
Setelah itu lo harus melanjutkan berjalan kaki sekita 1 kilometer dari Bagadur menuju Sangiang Sirah, melewati jalan setapak. 

Keindahan Alamnya

Ilustrasi Alam Ujung Kulon. Credit : travel.grivy.com
Selain dari misteri-misteri yang terus diungkap bro, ternyata di lokasi tidak hanya menyimpan hal mistis loh. Lo juga bisa menikmati suasana alamnya yang sangat indah dan menarik.
Mulai dari airnya yang jernih, tak ada kotoran sedikit pun, pasir yang bersih serta kondisi lingkungannya juga yang bersih menambah daya tarik para wisatawan untuk datang ke tempat ini bro.
Dan sepanjang mata memandang, lo juga bakalan bisa melihat hamparan karang sebesar gedung yang menjulan tinggi bro. Bayangkan saja, sudah dengan kondisi pantai yang bersih dan lautnya yang jernih di tambah pula deng tebing yang tinggi.
Sungguh penampilan alam yang akan membuat lo tidak akan menyesal untuk datang ke sini lagi bro.
Lokasinya di ujung Pulau Jawa dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, yang juga disebut Seven Wonders of Banten.
Karena lokasinya yang jauh di ujung pulau ini nggak banyak yang tahu kalo di sini ada makam atau petilasan karuhan Sunda. Emang ada yang bilang itu makam Prabu Siliwangi dan ada juga sebagai lokasi bertapa Prabu Kian Santang.

Cerita Mistis Yang Menarik

Ilustrasi Benda Mistis. Credit: pusatbendabertuah.com
Nah juru kunci gua, Abah Syargani, bilang kalo di sini jadi lokasi berkumpulnya karuhan Sunda, Wali Songo sampai Sang Ratu Pantai Selatan.
Yang pasti di sekitar lokasi gua ada 7 sumur yang dikeramatkan (persis dengan yang ada di Cibulan-Kuningan ya). Salah satu sumur berlokasi di dalam gua. Selain itu ada telaga yang airnya jerning dan dingin di dalam gua dan penduduk meyakini kalo mandi di telaga itu bisa mendapatkan mukjizat.
Tapi dibalik misteri yang bermunculan seputar gua itu, petualangan ke Gua Sanghyang Sirah juga jadi seru kala lo liat betapa cantiknya pantai Sanghyang Sirah itu.


Ada tebing yang menjulang tinggi, lautan biru dan karang. Tebing tinggi itu berbatasan langsung ama laut, dan pastinya cukup berisiko buat dilewati.
Wah ternyata Ujung Kulon nggak cuma terkenal sebagai habitat fauna yang langka, yakni Badak bercula satu, tapi juga cerita mistisnya yaa bro.
Dan juga dengan kondisi alamnya yang msaih asri. Sungguh cukup lengkap juga yaa jika lo mau datang ke tempat yang sedikit menakutkan cuman tambah dengan suasana alam yang menarik.
Tapi selebihnya sih, pemandangan sunset di lokasi ini begitu eksotis. Namun lo harus menunggu atau tinggal di tempat lebih lama untuk mendapatkan sunset yang eksotis itu bro.
Gimana, bro?  Kalau dipikir-pikir, di Indonesia ini benar-benar kaya akan apapun yaa. Contohnya di situs ini saja deh bro. Mulai dari alamnya yang indah lalu memiliki cerita mistis yang unik. 
Dimana lagi coba lo bisa mendapat hal ini kecuali di Ujung Kulon bro?  Jadi sudah berminat untuk berpetualang ke sini?

4 Hewan Endemik yang Ada di Taman Ujung Kulon

Edit Posted by with 10 comments
Dilansir dari situ resmi Ujungkulonwild.com, ternyata hewan endemik yang ada di taman nasional yang terletak di Kecamatan Sumur dan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten tersebut bukan cuma badak. Dan inilah hewan endemic yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon.

1. Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Jumlah Badak Jawa kini memang sangat sedikit, yakni hanya sekitar 50 hingga 60 ekor saja, dan ke semuanya itu hanya dapat ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon. Sehingga tidaklah heran mengapa Google mengistimewakan hewan yang satu ini dengan menjadikannya sebagai Google Doodle.


2. Owa Jawa (Hylobates moloch). Dilansir dari situs Lingkunganhidup.co kini Owa Jawa diperkirakan hanya berjumlah kurang dari 5.000 ekor. Keberadaan hewan menggemaskan ini memang semakin terancam, salah satu penyebabnya adalah kerusakan habitat.


3. Surili (Presbytis aygula). Pernah ditetapkan sebagai maskot PON 2016, primata yang dikenal sangat pemalu ini juga terancam punah. Meskipun Surili sebenarnya sudah tercatat sebagai hewan dilindungi sejak tahun 1979 melalui SK Menteri Pertanian No.247/Kpts/Um/1979.


4. Anjing Hutan (Cuon alpinus javanicus). Sama seperti tiga hewan endemic Taman Nasional Ujung Kulon di atas, oleh IUCN Redlist, anjing hutan asli Indonesia ini juga dikategorikan dalam status konservasi endangered atau terancam punah.


Itulah keempat hewan endemik yang akan kamu temukan jika berkunjung ke Taman Ujung Kulon, meskipun kesempatan untuk bertemu keempat hewan tersebut sangat sedikit lantaran jumlahnya yang juga sudah semakin berkurang. Jadi, bukan cuma Badak Jawa saja yang harus dilindungi, kita juga harus bisa menjaga kehidupan hewan lainnya agar tidak punah.

Flora dan Fauna yang Dilindungi di Taman Nasional Ujung Kulon

Edit Posted by with 9 comments

 Siapa yang tidak tahu tentang kekayaan alam Indonesia yang luar biasa. Letaknya yang strategis Indonesia memiliki kondisi alam yang bervariasi, wajar saja jika Indonesia bertabur dengan aneka jenis flora dan fauna

Flora dan Fauna di Indonesia memiliki keunikan tersedniri di setiap pulau. Salah satunya kepulauan Ujung Kulon.  Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang. Taman ini mempunyai luas sekitar 122.956 Ha; (443 km² di antaranya adalah laut), yang dimulai dari tanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia. 

Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini.

Flora dan Fauna yang Dilindungi di Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon memiliki beragam jenis satwa liar baik bersifat endemik maupun penting untuk dilindungi. Secara umum kawasan ini masih mampu menampung perkembangbiakan berbagai populasi satwa liar. Beberapa jenis satwa endemik penting dan merupakan jenis langka yang sangat perlu dilindungi adalah Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), Owa Jawa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis aigula) dan Anjing hutan (Cuon alpinus javanicus). 

Flora
Flora di Taman Nasional Ujung Kulon membentuk berbagai formasi hutan, dimana formasi hutan ini dicirikan adanya dominasi oleh jenis/spesies tertentu. Ditinjau dari tipe hutan, flora di kawasan ini terdiri dari hutan pantai, hutan hujan tropika dataran rendah, hutan hujan tropika pegunungan, hutan rawa air tawar, hutan mangrove dan padang rumput. Formasi hutan yang cukup lengkap ini mengandung keragaman plasma nutfah serta spesies tumbuhan berguna dan langka yang sangat tinggi. Beberapa jenis tumbuhan diketahui langka dan di pulau jawa hanya terdapat di TN Ujung Kulon antara lain : Batryohora geniculata, Cleidion spiciflorum, Heritiera percoriacea, dan Knema globularia. Banyak pula berbagai jenis tumbuhan yang telah dimanfaatkan masyarakat baik untuk kayu pertukangan, obat­-obatan, tanaman hias maupun pangan. Jenis-jenis yang telah dimanfaatkan tersebut antara lain bayur (Pterospemum javanicum) dan berbagai rotan (Calamus sp.) sebagai bahan pertukangan; kayu gaharu (Aquilaria malaccensis), cempaka (Michelia campaca) dan jambe (Areca catechu) sebagai bahan obat-obatan; Anggrek (Dendrobium sp.) sebagai tanaman hias; tangkil (Gnetum gnemon) dan salak(Salacca edulis) sebagai bahan pangan.

1. KIARA (Ficus sp). Kiara termasuk kedalam famili moraceae, merupakan tumbuhan raksasa rimba yang berbatang besar, tajuknya rapat, daunnya berbentuk lonjong serta pohon yang dapat mematikan tumbuhan lain. Perkembangan kiara pencekik ini diduga berasal dari feces satwa liar pemakan buah ara yang dijatuhkan pada sebuah tajuk pohon. Biji akan berkecambah dan tumbuh sebagai efifit. Lambat laun ia akan mencekik batang inangnya hingga mati dalam kurun waktu tertentu, yang tinggal adalah tumbuhan yang semula epifit, kini menjadi pohon yang mampu berdiri sendiri.

2. KEDONGDONG HUTAN (Spondias pinnata). Kedongdong hutan termasuk kedalam famili anacardiaceae, yang mempunyai cirri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 40 meter batangnya berwarna abu-abu dan bergetah. Daun mudah luruh terutama musim kemarau. Tumbuhan ini biasanya ditanam dengan stek, lebih menyukai tanah yang subur dan lembab tetapi dapat tumbuh juga pada tanah berpasir. Daunnya biasa digunakan sebagai obat luka.

3. KANYERE BADAK (Bridelia glauca). Kanyere Badak termasuk kedalam famili euphorbiaceae, yang mempunyai ciri utama sebagi berikut : tinggi pohon sampai 23 meter, berbatang lurus, bulat tanpa banir akar ataupun alur.

4. HAMPELAS (Ficus ampelas). Hampelas termasuk kedalam famili moraceae, yang mempunyai cirri utama sebagai berikut : tinggi pohon samapi 40 meter, Daunnya kasar setelah kering. Getah mengandung air berwarna coklat kekuningan. Di bawah akar pohon bila dipotong memiliki sifat-sifat getah yang mengandung air berwarna coklat kekuning-kuningan dan rasanya pedas.

5. GEBANG (Corypha elata). Gebang termasuk kedalam famili arecaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : daunnya besar, bundar dan kaku.Berbatang lurus, tinggi sampai 30 meter, buahnya bulat dan kecil, bila menua daging buahnya beracun. Bagi penduduk di pesisir Indonesia Gebang cukup berperan dalam kehidupan sehari-hari. Daunnya yang besar sering digunakan untuk atap rumah dan kerajinan tangan.

6. GADOG (Bischofia javanica). Gadog termasuk kedalam famili euphorbiaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohon samapi 40 meter, batangnya lurus tanpa mata kayu ataupun berbanir.Jenis pohon ini dapat menghasilkan kayu indah untuk bahan bangunan. Daunnya dapat dipakai untuk menghalau serangga yang merugikan padi dan jagung.

7. DAHU ( Dracontomelon dao). Dahu termasuk kedalam famili anacardiaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 25 meter yang bertajuk bulat lebar. Batangnya tua berbanir, kulit batang berwarna coklat keabu-abuan. Daun berbentuk elips bertangkai pendek. Tumbuhan ini merupakan salah satu raksasa rimba dengan batang yang besar dan bertumbuhan tegak.

8. BURAHOL (Stelechocarpus burahol). Burahol termasuk kedalam famili Annonaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohonnya mencapai 21 meter. Mempunyai batang yang lurus berwarna coklat tua, bentuk tajuk seperti kerucut. Buahnya berbentuk bulat berwarna coklat tua dan menggantung pada batang pohon. Burahol merupakan salah satu jenis buah-buahan yang mulai langka dan dikhwatirkan akan punah. Pohon ini mempunyai buah-buah yang bergelantung pada batangnya.Selain untuk bahan kosmetik burahol dapat pula berfungsi sebagai tanaman hias.

9. BAYUR (Pterospermum javanicum). Bayur termasuk kedalam famili sterculiaceae, yang mempunyai cirri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 50 meter, kulit batang abu-abu, tajuk melebar dan berwarna coklat muda keemasan. Daunnya coklat merah karat pada permukaan bawah. Bentuk daun bundar telur.
Jenis ini dapat diperbanyak dengan biji, masa berbunganya terjadi sepanjang tahun. Pepagan kayunya digunakan sebagai obat sakit perut, disentri, bisul, sakit gigi, keseleo dan kulit melepuh.

10. TEUREUP (Artocarpus elastica). Teureup termasuk kedalam famili moraceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohonnya sampai 40 meter. Mempunyai tajuk bulat lebar.Berdaun besar dan buahnya berbentuk bulat berduri lunak melengkung berwarna kuning kecoklatan. Tanaman ini menyukai tempat yang panas dan lembab, tanah cukup air tetapi tidak sampai menggenang.

11. SEMPUR (Dillenia obovata). Sempur termasuk kedalam famili dilleniaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 27 meter, kayunya keras namun tidak awet. Penduduk setempat menganggap sebagai suatu pembentukan batu dalam masa kini yang berasal dari semacam pohon yang mereka sebut.Sempur Cai serta memiliki sifat dapat membatu dalam jangka waktu 10 tahun. Bila abu kayu terkena kulit kita akan terasa gatal-gatal.

12. SALAM (Syzygium polyanthum). Salam termasuk kedalam famili myrtaceae, yang mempunyai ciru utama sebagai berikut : tinggi pohon samapi 25 meter dan bertajuk teratur. Daunnya berbentuk bulat lonjong berwarn ahijau gelap dan bertangkai pendek. Bunganya harum dan tidak bertangkai. Pohonnya mudah dikenali karena kulit batangnya berbau harum. Daun mudanya dapat digunakan sebagai pelengkap sayur.

13. SALAK (Salacca edulis). Salak termasuk kedalam famili arecaceae, yang mempunyai cirri utama sebagai berikut : tumbuhnya berumpun, batang umumnya hamper tidak kelihatan Karena pohon tertutup oleh daun yang tersusun rapat yang menghalangi batang.

14. ROTAN SEEL (Daemonorops melanochaetes). Rotan seel termasuk kedalam famili arecaceae, yang mempunyai cirri utama sebagai berikut : tumbuhnya tunggal atau berumpun, tingginya samapai 15 meter. Daunnya berbentuk sirip, panjangnya sampai 4 meter, bagian ujung tulang daun memanjang Buahnya bulat berwarna coklat kekuningan.
Selain untuk bahan baku kerajinan tangan, ternyata umbut rotan ini pernah menjadi makanan khas di lingkungan Keraton Yogyakarta. Daun-daun yang tua dapat dimanfaatkan sebagai atap pada gubuk-gubuk di kebun.

15. PUSPA (Schima wallichii). Puspa termasuk kedalam famili theceae, mempunyai cirri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 50 meter, tidak berbanir, batangnya tegak dan lurus. Kulit luarnya berwarna coklat. Tajuk bulat dengan daun mudanya yang berwarna merah jambu.Puspa merupakan salah satu jenis utama dalam hutan primer. Jenis ini sering pula dijumpai dalam belukar, bahkan sebagai jenis pelopor dalam suksesi sekunder. Bungan dan buahnya dapat dijumpai sepanjang tahun.Kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan.

16. LIANA GADEL (Derris heterophylla). Liana Gadel termasuk kedalam famili Fabaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : panjangnya antara 2-15 meter. Batang pangkalnya sebesar lengan bulat panjang. Daun muda lunak warna hijau muda. Masa berbunga sepanjang tahun.  Jenis liana ini mampu tumbuh dengan baik di tempat kering tidak berawa. Batangnya digunakan sebagai racun ikan dan obat demam pada anak-anak.

17. LANGKAP (Arenga obtusifolia). Langkap termasuk ke dalam famili Arecaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tumbuh berumpun, tingginya antara 6-8 meter, batangnya lurus, berdaun sirip dan memiliki bunga yang menggantung berbentuk tandan. di TN. Ujung Kulon Langkap merupakan tumbuhan yang menjadi perhatian utama, karena tumbuhnya relatif cepat dan dapat menghambat pertumbuhan jenis tumbuhan lain.Buahnya yang sudah masak biasanya menjadi makanan badak, musang dan banteng.

18. LABAN (Vitex pubescens). Laban termasuk kedalam famili verbenaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut   : tinggi pohon sampai 25 meter, batangnya berwarna abu-abu. Ranting, perbungaan, tangkai daun dan permukaan bawah daun berbulu. Tajuk kelihatan hijau tidak teratur. Umumnya menyukai tempat terbuka dan hutan sekunder.

19. KONDANG (Ficus variegata). Kondang termasuk kedalam famili moraceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohonnya antara 20-40 meter, batang pohon berwarna coklat kekuningan, bentuk daun bulat telur.Buahnya terdapat pada batang/cabang berbentuk bulat merah. Masa berbunga antara bulan Januari-Desember.

20 KIKEMBANG (Cananga spp). Kikembang termasuk kedalam famili annonaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 30 meter, mempunyai tajuk lebar, batang umumnya bopeng-bopeng. Mempunyai daun tunggal tersusun melingkar. Bunga harum dan masanya sepanjang  tahun. Memiliki buah dengan dagingnya yang tebal. Jenis ini biasanya diperbanyak dengan biji. Biji yang sudah tua berwarna coklat terlebih dulu dibersihkan kemudian kulitnya digosok agar bijinya mudah diresapi air untuk mempercepat pertumbuhannya.

21. KIHURANG (Glochidion molle). Kihurang termasuk kedalam famili euphorbiaceae, yang mempunyai cirri utama sebagai berikut : tinggi pohonsampai 25 meter, tajuknya tidak teratur. Bentuk daunnya elips, bagian atas berwarna hijau dan bagian bawah merah mengkilap.

22. KICALUNG (Diospyros macrophylla). Kicalung termasuk famili ebenaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohonnya sampai 46 meter, kadang-kadang berbanir. Kulit luar berwarna coklat. Mempunyai daun tunggal berbentuk lonjong. Buah berbentuk bulat. Bunganya berwarna putih dan harum.Masa berbunga antara bulan April sampai Oktober.Kicalung memiliki batang yang biasanya berbentuk tugu dengan tajuk yang bertumbuhan tinggi.Kayunya dapat digunakan sebgai bahan bangunan dan perkakas rumah tangga.

23. KIBUHAYA (Leea aculeata). Kibuhaya termasuk kedalam famili Leeaceae, merupakan tumbuhan perdu yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi antara 3-5 meter, berbatang lurus dan berduri berwarna hijau rumput, daun bersisip berbentuk bulat lonjong. Batangnya hampir sebesar pohon pisang. Mempunyai kayu yang sangat keras.Kibuhaya akan tumbuh lebih baik bila berada di dalam hutan, batangnya pun jauh lebih baik. Pohonnya akan berbatang tinggi besar dengan satu atau beberapa batang yang lurus. Kayunya dapat dibuat busur dan tongkat untuk tombak.

24. PULAI (Alstonia angustiloba). Pulai termasuk kedalam famili apocynaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 45 meter, mempunyai banir setinggi 4 meter. Batangnya lurus dan kulit luar halus berwarna abu-abu coklat, mempunyai getah berwarna putih. Daunnya tunggal tersusun seperti paying.Pohon ini sangat baik pertumbuhannya dan dapat dibiakkan dengan stek cabang, sehingga lebih mudah bertunas dan dalam waktu singkat menjadi pohon yang besar.

25. POHPOHAN (Buchanania arborescens). Pohpohan termasuk kedalam famili anacardiaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : pohonnya sejenis mangga tinggi mencapai 15 meter bertajuk lebar.







Fauna:

1. BADAK JAWA (Rhinoceros Sondaicus Desmarest, 1822)
Menurut Legakul dan McNeely (1977) menyatakan bahwa secara taksonomi Badak Jawa dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Sub Phylum : Vertebrata
Super Kelas : Gnatostomata
Kelas : Mammalia
Super Ordo : Mesaxonia
Ordo : Perissodactyla
Super Famili : Rhinocerptidea
Famili : Rhinoceratidea
Genus : Rhinoceros Linnaeus, 1758
Spesies : Rhinoceros sondaicus Desmarest, 1822

2. BANTENG (Bos javanicus)
Menurut Legakul dan McNeely (1977) menyatakan bahwa secara taksonomi banteng dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Sub Phylum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Super Ordo : Eutheria
Ordo : Artiodactyla
Famili : Bovidae
Genus : Bos
Spesies : Bos javanicus                        

3. OWA JAWA
Owa Jawa merupakan salah satu primata di Ujung Kulon yang mempunyai habitat di kawasan Gunung Honje. Mempunyai ekor pendek, bulu halus berwarna abu-abu dan wajah hitam yang menyebabkan primata ini dinamai owa. Owa merupakan satwa monogamy sekali kawin dalam hidupnya, dan hidup dalam kelompok keluarga kecil yang terdiri dari seekor jantan, seekor betina dengan satu atau lebih anak.satwa dewasa muda meninggalkan kelompoknya untuk selanjutnya menjelajahi hutan untuk mencari pasangan hidup dan daerah kekuasaan yang baru.

4. MACAN TUTUL (Panthera pardus)
Mempunyai warna dasar bulu coklat muda kekuning-kuningan dengan tutul hitam kecoklatan pada seluruh tubuhnya yang terlihat amat jelas. Tutul-tutul umumnya mengelompok berupa bercak yang tersusun merupakan kembangan. Panjang tubuhnya dapat mencapai 130 cm.

5. KANCIL
Kancil mempunyai badan hanya sekitar 20-25 cm dengan kulit berwarna cokelat kemerah-merahan serta tubuh bagian bawah berwarna putih, kancil jantan tidak mempunyai tanduk tetapi mempunyai gigi taring yang yang memanjang keluar dari mulutnya.habitat kancil berada di dalam hutan dan mereka sangat jarang berkeliaran di kawasan pantai dan semak belukar.

6. RUSA (Cervus timorensis)
Rusa berukuran tubuh sedang, panjang tubuh jantan seluruhnya hampir 2 meter, sedangkan untuk rusa betina lebih pendek dari yang jantan (1,7m) (Bemmel,1949). Rusa jantan tua kelabu dan lebih gelap. Dibagian dalam telinga terdapat bagian yang putih tidak jelas tapi akan jelas pada rusa yang masih muda. Tanduk pada rusa jantan mulai tumbuh saat berumur 15-17 bulan.Pertumbuhan tanduk akan terhenti pada umur 15 tahun. Rusa menyukai tempat-tempat terbuka seperti padang rumput.Sebagai tempat berlindung, rusa sering menggunakan hutan atau daerah penuh semak belukar.

7. KIJANG/MUNCAK
Muncak memiliki bulu yang panjang dan halus dengan tinggi badan sekitar 60-70 cm. Muncak jantan mempunyai dua buah tanduk pendek dan taring dengan bentuk seperti gigi anjing. Habitat yang paling disukai adalah sisi luar kawasan pinggiran hutan dimana vegetasinya pendek.

8. SURILI
Surili berwarna abu-abu, berekor panjang dengan jambul di kepala.jumlah populasi surili sangat kecil dan termasuk langka dan terancam punah.

9. ANJING HUTAN
Jenis ini agak berbeda dengan anjing-anjing local yang dijumpai di seluruh Indonesia. Ukuran tubuhnya lebih  kecil, sangat liar, mempunyai kulit merah kecoklatan dan berpenampilan seperti rubah.Anjing hutan hidup dan mencari makan secara bergerombol.

10. BABI
Ujung kulon mempunyai dua jenis babi hutan yaitu babi hutan alang-alang dan babi hutan berkutil dengan ukuran da berat badan yang sama.Babi hutan alang-alang kadang mempunyai garis-garis berwarna putih kelabu.babi hutan alang-alang muda mempunyai garis-garis panjang berwarna coklat kekuning-kuningan, dan bilamana diganggu merekabiasanya membuat suara dengkuran yang keras dan pendek.
Sementara babi hutan berkutil mempunyai tiga pasang benjolan atau kutil diwajahnya yang bisa membuat jenis jantan tua berpenampilan yang menakutkan.

11. JELARANG
Jeralang mempunyai warna bulu hitam mengkilap, merah, kuning (krem) dan coklat muda kekuning-kuningan, dengan habitat yang paling disukai adalah ruang diantara pohon-pohon yang tinggi. Dalam keadaan bahaya jeralang akan mengeluarkan suara menderak yang keras disertai gerakan menyentak dengan ekor yang panjang.

12. LUTUNG
Lutung berwarna coklat kehitaman dan mengkilap, memiliki tubuh ramping dan berekor panjang, Kelompok lutung tidak seperti kelompok kera, lutuk terdapat dalam kelompok yang lebih kecil hanya terdiri dari seekor jantan dewasa, beberapa betina dan anak mereka.

13. KERA EKOR PANJANG (Macaca fascicularis)
Kera dewasa mempunyai warna rambut cokelat kekuningan sedangkan kera yang kecil berwarna hitam. Dalam kehidupan sosialnya kera membentuk kelompok dan diantara kelompok tersebut mempunyai daerah jelajah (home range) sendiri-sendiri.

14. MUSANG (Paradoxurus hermaphoditus)
Musang hidup di atas-atas pohon, tidur pada malam hari dalam liang pohon atau pada percabangan yang lebat seperti pada aren dan langkap. Bulu badannya tebal, berwarna kelabu kecoklatan. Pipi dan moncong kehitaman dengan bercak putih di bawah mata. Musang merupakan salah satu satwa pemakan buah langkap yang telah masak. Saat ini lebih mudah dijumpai pada saat musim hujan.

15. BURUNG ENGGANG
Burung enggang mempunyai kebiasaan hidup berpasang-pasangan dan cara bertelurnya merupakan suatu daya tarik tersendiri.Pada awal masa bertelur burung jantan membuat lubang yang terletak tinggi pada batang pohon untuk tempat bersarang dan bertelurnya burung betina.kemudian burung jantan memberi makan burung betinanya melalui sebuah lubang kecil selama masa inkubasi, dan berlanjut sampai anak mereka tumbuh menjadi burung muda.

16. BURUNG WILI-WILI
Burung wili-wili merupakan jenis burung pantai terbesar yang biasa dijumpai berpasang-pasangan di daerah berpasir dan berkarang. Buruh ini mempunyai paruh yang besar, mata berwarn akuning cerah serta kepala dan sayap hitam pekat bergaris-garis putih. Karakteristik yang lain adalah selalu bergerak kebawah dan mengeluarkan suara kicauan yang sedih.

17. BURUNG DARA LAUT
Burung ini mempunyai tengkuk hitam berukuran sedang dengan warna tubuh putih bergaris hitam dari mata sampai leher, berekor panjang membentuk garpu dengan sayap berbentuk sabit, dan menjadikan burung yang cantik ini dapat terbang dengan gesit dan tenang.

18. BURUNG CEKAKAK
Burung Cekakak mempunyai warna-arna ynag indah dengan paruh berwarna merah, leher cokelat, perut dan punggung berwrna jingga, sayap hitam bercampur biru cerah dan mengeluarkan suara kicauan yang jelas.

19. BURUNG KUCICA HUTAN
Burung ini berekor panjang, berwarna hitam dengan bagian bawah tubuhnya berwarna kemerahan, punggung putih dan suatu garis putih disepanjang bulu ekor.

20. BURUNG RANGKONG (Buceros rhinoceros)
Mempunyai ciri-ciri utama yaitu bulu tubuhnya berwarna hitam dan putih, perut putih, ekor putih dengan garis lebar hitam melintang, paruh bercula badak, berwarna orange kemerahan dan ukuran tubuhnya sebesar merak betina.

21. BURUNG ELANG ULAR/BIDO (Spilornis cheela)
Elang berukuran sedang berwarna gelap, bulu badannya berwarna cokelat gelap, mahkota berupa jambul pendek, kulit yang tidak berbulu, diantara mata dan paruh khas berwarna kuning. Pada waktu terbang cirri khasnya adalah ekornya yang putih di tepi belakang. Elang yang belum dewasa mirip dengan dewasa tetapi bulu badannya lebih cokelat dan penutup telinga putih.
Biasanya elang ini hinggap pada dahan-dahan besar di tempat yang teduh di dalam hutan dimana mereka dapat mengawasi tanah dibawahnya. Hidupnya berpasang-pasangan. Makanannya biasanya ular, kadal, katak, dan kadang-kadang mamalia kecil. Sarangnya merupakan tumpukan ranting berlapis daun-daunan di hutan yang rapat.

22. MERAK (Pavo muticus)
Merak biasanya dijumpai di padang pengembalaan. Jenis satwa ini adalah satu satwa yang khas dan sangat besar dengan jambul yang tegak di kepala. Merak jantan berbulu hijau berkilau pada leher dan dada serta memiliki ekor kipas yang lebih panjang dari merak betina, bulunya mempuyai bola bulat seperti mata.Merak biasanya memakan biji-biji-biji rumput, pucuk,daun, rayap, belalang dan reptile kecil lainnya. Pada malam hari bertengger di pohon-pohon yang tinggi yang jarang daunnya. Yang unik dari satwa ini adalah selalu memberi tanda bahaya bagi seluruh satwa yang ada di padang pengembalaan dengan suaranya yang keras.

23. AYAM HUTAN (Gallus varius)
Ayam Hutan mempunyai rupa yang elok, bulunya didominasi oleh warna hijau kebiru-biruan terutama bulu-bulu leher, punggung dan pangkal sayap. Jengger ayam jantan tidak bergerigi. Paruh dan kakinya kekuning-kuningan dan putih pucat kemerahan. Ayam hutan sering bertengger dan berkokok di pagi dan sore hari, terutama jenis jantan, lalu mencari makan dan minum, beristirahat kemudian bersarang.

24. PENYU HIJAU (Chelonia mydas)
Ukuran panjang tubuhnya maksimal 153 cm, sumber pakan utama adalah lamun (sea grass). Penyu Hijau mendapatkan namanya dari warna lemak tubuhnya, penyebaran di Taman Nasional Ujung Kulon meliputi wilayah pantai selatan Semenanjung Ujung Kulon dengan konsentrasi tertinggi di sekitar pantai Ciramea. Nah demikian artikel Flora dan Fauna yang Dilindungi di Taman Nasional Ujung Kulon lengkap dengan gambarnya :)

0 Response to "Flora dan Fauna yang Dilindungi di Taman Nas